Para Uskup Katolik Kanada Minta Maaf Atas Kasus Pelecehan Anak di Sekolah Asrama Hal「Baccarat Pot」aman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Yabok olahraga network,Platform judi biasa,Indonesia online casino

MeBaccarat PotrekBaccarat Pota dBaccarat Potipaksa masuk Kristen dan tidak diizinkan berbicara bahasa ibu mereka. Banyak yang dipukuli dan dicaci maki, dan hingga 6.000 orang dikatakan telah meninggal.

Dalam laporannya pada 2015, disebutkan bahwa anak-anak itu mengalami kekurangan gizi, dipukuli, dan dilecehkan sebagai bagian dari sistem yang disebut sebagai “genosida budaya.”

Tetapi Konferensi Waligereja Kanada mengatakan pada 2018 bahwa paus merasa dia tidak dapat secara pribadi meminta maaf atas sekolah-sekolah yang dikelola per-wilayah secara mandiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada (TRC), dibentuk untuk menyelidiki efek dari sistem sekolah asrama itu.

Permintaan maaf kepausan adalah salah satu dari 94 rekomendasi dari KKR.

Baca juga: Bukti Dianggap Cukup, Warga Kanada Ini Tak Bisa Lolos dari Hukuman Mati di China

Siswa juga dilaporkan diberi nama Eropa dan, seringkali, nomor dan seragam.

Anak-anak adat memiliki rambut panjang, yang seringkali memiliki makna spiritual bagi mereka. Namun saat sistem itu dijalankan, mereka harus memotong rambutnya, dan dilarang berbicara dalam bahasa asli mereka, menurut KKR.

Sementara sistem sekolah itu disebut-sebut sebagai satu-satunya jalan bagi anak-anak Pribumi untuk mengenyam pendidikan formal. Para siswa juga bekerja, membersihkan kotoran hewan atau memberi makan hewan.

Pemerintah Kanada meminta maaf di Parlemen pada 2008, dan mengakui bahwa kekerasan fisik dan seksual di sekolah-sekolah merajalela.

Sekolah berfokus pada keterampilan manual, mengajar anak laki-laki pertukangan dan perdagangan lainnya. Sementara anak perempuan dipersiapkan untuk pekerjaan rumah tangga.